PENYAKIT GULA (DM)

Posted by: gunzoo  :  Category: KESEHATAN

Penyakit Gula (DM)

Penyakit kencing manis adalah penyakit yang menakutkan bahkan nomor tiga sebagai penyebab kematian. Jumlah penderita penyakit diabetes dari hari ke hari terus meningkat akibat pola hidup modern yang salah, misalnya kurang olahraga, makan yang terlalu banyak karbohidrat dan gula, tidak berpuasa atau diet dsb. Apabila makanan kelebihan kandungan insulin, pankreas akan mengalami tekanan dan melemah. Hingga akhirnya pankreas tidak bisa menjalankan fungsinya. Maka, kadar gula darah pun akan merambat naik dan terus meningkat hingga akhirnya muncul penyakit diabetes.

Jumlah penderita diabetes di Eropa misalnya telah menjadi epidemik. Hal itu mengakibatkan tersedotnya sebagian besar anggaran pelayanan kesehatan pemerintah dalam masa sepuluh tahun mendatang. Negara-negara maju telah menghabiskan hampir 10% dari anggaran pelayanan kesehatan hanya untuk semua terapi dan pelayanan penyakit diabetes. Untuk Indonesia sendiri penderita mencapai 7,6 Juta (menurut tempo.co release Rabu, 04 September 2013 | 03:42 WIB), berarti Indonesia menjadi peringkat ke 7 di dunia menurut (sindonews.com). Indonesia ternyata menjadi daerah yang cukup potensial untuk semakin bertambah jumlahnya.

Berikut ini merupakan gejala-gejala penyakit gula darah, antara lain :

• Berat badan menurun.
• Kelelahan.
• Penglihatan kabur.
• Sering buang air kecil.
• Terus menerus lapar dan haus.
• Meningkatnya kadar gula dalam darah dan air seni.

Penyebab penyakit gula darah dipengaruhi beberapa faktor, antara lain:

1. Pola makan

Salah satu penyebab penyakit gula darah yang sering dialami oleh anak remaja saat ini adalah makan secara berlebihan dan melebihi jumlah kadar kalori yang dibutuhkan. Mengkonsumsi makanan secara berlebihan dan tida diimbangi dengan sekresi insulin dalam jumlah yang cukup memadai akan menjadi penyebab penyakit gula darah karena bisa membuat kadar gula dalam darah meningkat dan pastinya sumber utama penyebab penyakit gula darah.

Penyebab penyakit gula darah karena pola makan, contohnya :

- Kelebihan teh manis.
- Suka ngemil.
- Kelebihan soft drink.

2. Obesitas (kegemukan)

Salah satu pendorong penyakit gula darah adalah kegemukan atau obesitas. Orang yang memiliki berat badan lebih dari 90 kg memiliki potensi sangat besar untuk terjangkit penyakit gula darah.

3. Faktor genetis

Orang tua dapat mewariskan penyakit gula darah kepada anaknya. Gen penyebab penyakit gula darah akan dibawa oleh anak jika orang tuanya menderita penyakit gula darah. Pewarisan gen ini dapat sampai ke turunan selanjutnya seperti kepada cucunya bahkan cicit walaupun resikonya sangat kecil.

4. Bahan-bahan kimia dan obat-obatan

Bahan kimia dan obat-obatan menjadi faktor penyebab penyakit gula darah, karena bahan-bahan kimia dapat merusakkan sel-sel pada pankreas sehingga dapat menyebabkan radang pada pankreas. Radang pada pankreas bisa mengakibatkan fungsi pankreas untuk proses metabolisme tubuh akan menurun, termasuk insulin. Segala jenis obat-obatan yang terakumulasi dalam waktu yang lama dapat mengiritasi pankreas. Kerusakan sel – sel pada pankreas merupakan akar dari penyebab penyakit gula darah.

5. Penyakit dan infeksi pada pankreas.

Salah satu penyebab radang pada pankreas yang dapat memicu terjadinya penyakit gula darah adalah infeksi mikroorganisme dan virus pada pankreas. Saat fungsi pankreas menurun, maka tidak ada sekresi hormon-hormon untuk proses metabolisme tubuh, termasuk hormon insulin yang menjadi penyebab penyakit gula darah. Penyakit seperti kolesterol tinggi dan dislipidemia dapat meningkatkan resiko terkena penyakit gula darah.

Penyebab penyakit gula darah karena karena Penyakit dan infeksi pada pankreas, contohnya :

- Radikal bebas.
- Sering menggunakan botol plastik berulang kali.

6. Pola hidup

Pola hidup juga sangat mempengaruhi faktor penyebab penyakit gula darah. Jika seseorang jarang berolah raga, maka orang tersebut lebih rentan untuk terkena penyait gula darah karena olahraga memilki fungsi untuk membakar kalori yang berlebihan di dalam tubuh. Kalori yang tertimbun di dalam tubuh merupakan faktor utama penyebab penyakit gula darah selain disfungsi pankreas.

Penyebab penyakit gula darah karena pola hidup, contohnya :

- Kurang tidur.
- Malas beraktivitas fisik.
- Kebanyakan duduk.

Dengan menerapkan pola makan dan pola hidup yang sehat merupakan pencegahan awal penyakit gula darah.

Jenis penyakit diabetes (MD) terbagi menjadi 2:

1. Diabetes Tipe 1.

Diabetes tipe 1 juga disebut insulin-dependent diabetes karena penderitanya bergantung pada insulin. Setiap hari insulin disuntikkan ke dalam tubuh si penderita untuk memenuhi kebutuhan insulin tubuh. Diabetes tipe 1 bisa diderita oleh anak-anak maupun orang dewasa.

Diabetes tipe 1 biasanya juga merupakan penyakit otoimun, yaitu penyakit yang disebabkan adanya gangguan pada sistem imun atau kekebalan tubuh yang berakibat rusaknya pankreas. Rusaknya pankreas juga bisa disebabkan faktor genetik (keturunan), infeksi virus, atau malnutrisi. Pankreas adalah organ yang memproduksi hormon insulin.

Diabetes tipe 1 ditemukan pada 5 — 10% penderita diabetes. Di Indonesia diperkirakan 2—3% penderita diabetes adalah tipe 1. Namun jumlah itu tidak pasti, karena kemungkinan besar banyak penderita yang tidak terdeteksi sampai penderitanya mengalami komplikasi dan keburu tidak tertolong dan meninggal.

Penyakit ini biasanya muncul pada anak-anak dan remaja, pria maupun wanita. Gejalanya bisa muncul mendadak, lalu terjadi koma jika tidak segera mendapat pertolongan dengan suntikan insulin.

2. Diabetes Tipe 2.

Diabetes tipe 2 paling sering ditemui. Biasanya diderita oleh orang dewasa usia di atas 40 tahun.

Tetapi ada juga penderita diabetes tipe 2 yang baru berusia 20-an. Sekitar 90—95% diabetesi adalah dari jenis tipe 2. Diabetes tipe 2 biasanya tidak membutuhkan suntikan insulin tetapi membutuhkan obat untuk mem-perbaiki fungsi insulin (fungsi insulin adalah menurun-kan kadar gula darah dengan cara membawanya masuk ke sel-sel, memperbaiki pengolahan glukosa dalam organ hati, dan lain-lain).

Terjadinya diabetes tipe 2 disebabkan jaringan tubuh dan otot penderita tidak peka atau sudah resisten terhadap insulin (disebut resistensi insulin atau insulin resistance) yang menyebabkan glukosa tidak dapat masuk ke dalam sel-sel dan tertimbun dalam peredaran darah. Ini biasanya terjadi pada pasien yang obesitas.

Di era modern ini obat-obat kimia maupun obat-obat herbal sudah banyak beredar di Indonesia.

1. Obat kimia yang beredar (SULFONILUREA, BIGUANID, ACARBOSE, INSULIN)

2. Obat herbal :

a. Buah Mengkudu.

Efek farmakologi : memperbaiki sel beta pankreas dan reseptor insulin yang tidak berfungsi dengan baik.

Cara penggunaan :

- Dua buah mengkudu masak diparut
- Kemudian tambahkan sedikit air kapur
- Aduk sampai merata
- Peras dengan sepotong kain lalu diminum.

Atau sudah yang siap minum, dapat ditemukan diapotik-apotik ataupun di toko obat herbal.

b. Pare.

Efek farmakologi : antiradang, sifatnya dingin. Charantin dan polypeptide-P di dalam pare merangsang sel beta pankreas mengeluarkan insulin.

Cara penggunaan :

- 200 gram buah pare segar dipotong-potong, lalu dijus atau direbus
- Kemudian airnya diminum.

Atau sudah yang siap minum, dapat ditemukan diapotik-apotik ataupun di toko obat herbal.

c. Teh Hijau.

Efek farmakologi : polifenol di dalam teh meningkatkan sensitivitas sel terhadap insulin. Efek teh hijau terhadap insulin ini pernah diteliti oleh Hiroshi Tsuneki dkk dan diterbitkan dalam jumal BMC Pharmacology edisi 2004.

Cara penggunaan :

- Satu sendok teh daun teh hijau diseduh dengan air panas
- Minum setelah makan.

Atau sudah yang siap minum, dapat ditemukan diapotik-apotik ataupun di toko obat herbal.

d. Smallanthus Sonchifolia ( Yakon) tanaman insulin.

Tanaman ini berasal dari pegunungan Andes, untuk pertama kalinya dibukukan pada tahun 1615 oleh kolumnis Guaman Poma dari Ayala, ketika ia mendaftarkan Yakon sebagai satu dari 55 tanaman asli dari Andes. Tanaman ini masih termasuk anggota dari keluarga bunga Matahari, dengan daun mirip seledri yang dapat tumbuh hingga 3 meter. Daun dan umbi Yakon terbukti telah terbukti memiliki nilai gizi dan obat yang baik untuk dibudidayakan dan diproses menjadi teh, sirup, pudding sampai selai.

Menurut Menurut Dr. Sri Widowati (peneliti Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian Bogor), Yakon kaya dengan insulin dimana unit-unitnya mengandung gula-gula fruktosa yang tidak dapat dicerna oleh enzim pencernaan tetapi dapat difermentasi oleh usus besar.

Pakar penelitian Yakon, Michael Hermann dari Research Project leader of the Andean roots and tubers, mengungkapkan Yakon sendiri kandungan fruktosanya 35% free dan 25% terikat. Sehingga karbohidrat tetap didapat meskipun konsentrasi gula darah rendah. Keadaan inilah yang mencegah penderita diabetes dari hiperglikemia (over-aktivitas) dan karenanya dengan konsumsi Yakon tak mungkin meningkatkan kadar gula dalam darah. Itu berarti yacon secara alami terbukti rendah kalori. Diungkapkan pula apabila sebuah stoples sirup Yakon dibandingkan dengan stoples madu berukuran sama, Yakon mengandung setengah kalori lebih rendah yang mana tidak akan menaikkan level glukosa darah. Selain itu, oligofructose menghasilkan bakteri menguntungkan dalam usus besar (prebiotik). Sebagaimana kita ketahui, minuman prebiotik modern seperti yogurt harus sengaja ditambahkan kandungan oligofructose-nya untuk mencapai manfaat yang sama, namun Yacon sudah memiliki kualitas sama secara alami. “Ini adalah makanan diet dan makanan diabetes,” kata Michael Hermann.

Efek hipoglikemik-penurun gula darah-Yakon juga pernah diuji oleh Manuel J Aybar dari Departamento de Biologia del Desarrollo, Universidad Nacional de Tucuma, Argentina. Sebanyak 20 gram daun Yakon kering dilarutkan pada 200 ml air yang dididihkan selama 20 menit. Setelah dingin, ramuan disaring.

Peneliti Yakon itu juga menemukan jika daun Yakon digunakan sebagai teh, akan memiliki efek untuk mengurangi puncak kadar gula ketika kita menyantap makanan manis atau yang mengandung karbohidrat. Kadar gula yang tinggi merupakan masalah terbesar dari seorang penderita diabetes karena tubuh tidak bisa memproduksi atau menggunakan insulin, hormon yang biasanya digunakan untuk memproses makanan.

Dengan melihat kasus diatas maka saya menyediakan extrak Smallanthus Sonchifolia (daun insulin) yang sudah dijadikan kapsul siap minum yang juga dikombinasikan dengan tanaman herbal lainnya seperti Gynura Procumben (sambung nyawa), alloevera barbadensis (lidah buaya). Insya Allah bisa turun kadar gula darah dalam tubuh bukan menyembuhkan tetapi menormalkan kadar gula dalam darah. Satu kamplek berisi tiga kamplek kecil setiap kamplek kecil berisi 4 kapsul. Harga perkamplek besar Rp. 30.000.00 belum ongkrir.

Bila anda memerlukan bisa kirim e-mail kami:

1. Brahmakumbara1@gmail.com.

2. Blue_sky_see@yahoo.com

Atau Sms ke 085281291929